Logo Kemenag Biro Keuangan dan Barang Milik Negara
Sekretariat Jenderal Kementerian Agama

Definisi Operasional


  1. Struktur/komponen biaya per layanan pendidikan yaitu pembebanan tarif biaya layanan pendidikan yang dibayarkan berdasarkan jenis layanan pendidikan. Misalnya biaya registrasi, biaya proses belajar mengajar, biaya ujian-ujian, biaya yudisium, biaya praktikum, biaya wisuda, dan lainnya yang dibayarkan secara terpisah.
  2. Pembebanan tarif tunggal yaitu pembebanan biaya layanan pendidikan yang dibayarkan dengan sistem per semester untuk semua struktur/kompopnen biaya layanan pendidikan.
  3. Tarif biaya pendidikan yaitu beban biaya yang ditanggung mahasiswa berdasarkan tarif tunggal yang ditetapkan oleh perguruan tinggi (pascasarjana).
  4. Perguruan tinggi yang dimaksud dalam ask_ei ini yaitu tempat di mana mahasiswa (responden) sedang menempuh program pascasarjana saat ini.
  5. Layanan pendidikan yaitu layanan akademik dan non akademik.
  6. Layanan akademik yaitu layanan pendidikan yang berkaitan langsung dengan pembentukan kompetensi mahasiswa, misalnya kompetensi dan profesionalitas dosen (dalam proses pembelajaran, pembimbingan, pendampingan praktikum, dan ujian-ujian), materi pembelajaran, kurikulum, penilaian hasil belajar, dan/atau pelibatan mahasiswa dalam proses belajar.
  7. Layanan non akademik yaitu layanan yang berkaitan langsung dengan layanan administrasi, layanan perpustakaan, fasilitas pendukung, ketersediaan pusat olah raga, layanan kesehatan, dan lain sebagainya.

Petunjuk Pengisian


  1. Beri tanda √ (centang) jawaban yang sesuai dengan profil/pandangan Anda.
  2. Beri jawaban sesuai pemahaman, pengalaman, suasana hati, dan berdasarkan hati nurani Anda.
Profil Responden
Kuesioner
1. Saya memahami struktur/komponen biaya yang ditanggung oleh mahasiswa atas layanan pendidikan yang disajikan oleh perguruan tinggi.
2. Pembebanan tarif berdasarkan struktur/komponen biaya cenderung inefficient dan ineffective.
3. Pembebanan tarif tunggal cenderung efisien dan efektif.
4. Saya memahami sistem pembebanan tarif tunggal.
5. Inflasi tidak mempengaruhi kemampuan saya untuk membayar tarif biaya pendidikan.
6. Perubahan nilai tukar rupiah tidak mempengaruhi kemampuan saya membayar tarif biaya pendidikan.
7. Rata-rata akumulasi pendapatan saya/orang tua mencukupi untuk membayar tarif biaya pendidikan.
8. Rata-rata akumulasi pendapatan saya/orang tua, minus untuk living cost, mencukupi untuk membayar tarif biaya pendidikan.
9. Perguruan tinggi (pascasarjana) menyelenggarakan pendidikan inklusif (memberikan akses yang sama untuk semua latar belakang orang untuk menempuh pendidikan).
10. Perguruan tinggi (pascasarjana) menetapkan tarif biaya pendidikan berlaku untuk semua mahasiswa.
11. Perguruan tinggi (pascasarjana) memberi beasiswa dan/atau mencarikan beasiswa dari donor untuk mahasiswa.
12. Perguruan tinggi (pascasarjana) memberi bantuan penulisan tesis dan/atau disertasi berbasis kompetisi.
13. Dosen memiliki kompetensi yang mumpuni dan profesional dalam proses pembelajaran, pendampingan, dan membimbing mahasiswa.
14. Program studi dan/atau perguruan tinggi (pascasarjana) memiliki reputasi yang baik di mata publik.
15. Kurikulum yang disajikan program studi dapat membentuk kompetensi, skill, profesionalitas, dan mendukung prospek karier mahasiswa.
16. Perguruan tinggi (pascasarjana) menyediakan sumber belajar yang mencukupi baik fisik maupun secara elektronik (e-book, artikel jurnal, dan database dengan dukungan jaringan internet yang memadai).
17. Perguran tinggi (pascasarjana) menjaga lingkungan kampus, ruang kelas, dan ruang-ruang belajar yang tenang, nyaman, rapi, bersih, aman, dan kondusif sebagai tempat belajar mahasiswa.
18. Perguruan tinggi (pascasarjana) menyediakan layanan administrasi akademik/umum yang responsif dan/atau berbasis website terintegrasi kepada mahasiswa.
19. Perguruan tinggi (pascasarjana) menetapkan tarif biaya pendidikan relatif sama dengan perguruan tinggi lain (pascasarjana) pada program studi yang sama.
20. Pengamatan saya, mahasiswa mengundurkan dari kuliah, mayoritas disebabkan tarif biaya pendidikan.
21. Tarif biaya pendidikan menjadi dasar pertimbangan utama masuk perguruan tinggi (pascasarjana).
22. Kualitas layanan pendidikan, reputasi program studi dan/atau perguruan tinggi (pascasarjana), dan harapan karier menjadi pertimbangan utama kuliah di perguruan tinggi (pascasarjana) ini.